About Me

Jumat, 29 Juni 2012

Pengertian, Langkah-langkah, Dan Kelemahan Kelebihan Model Problem Based Learning (PBL) Based Internet



a.      Pengertian
“Model problem based learning (PBL) adalah rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah” (Sanjaya, 2010: 214). Model problem based learning (PBL) dapat diiplementasikan di lingkungan belajar yang konstruktivistik. Lingkungan belajar konstruktivistik yang dimaksud antara lain: kasus-kasus berhubungan, fleksibelitas kognisi, sumber-sumber informasi, cognitive tools, pemodelan yang dinamis, percakapan dan kolaborasi, dan dukungan sosial dan kontekstual (http://blogwirabuana.wordpress.com/2011/03/16/pengaruh-penggunaan-model-pembelajaran-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-siswa/).
Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu sampai berjuta jaringan komputer (lokal/wide areal network) dengan komputer pribadi (stand alone). Setiap komputer yang dihubungkan dengan internet bisa berkomunikasi satu sama lain (Brace, 1997) dalam Prawiradilaga dan Siregar (2004: 307).
Peranan internet dalam pembelajaran adalah untuk menyediakan content (sumber belajar) yang sangat kaya dan juga menghubungkan siswa ke berbagai sumber belajar (Prawiradilaga dan Siregar, 2004: 311).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) based internet adalah rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah yang mana menggunakan teknologi internet sebagai sumber pembelajarannya.
b.     Langkah-langkah
Langkah-langkah model Problem Based Learning (PBL), adalah:
1)     Merumuskan masalah, artinya siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan.
2)     Menganalisis masalah, artinya siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.
3)     Merumuskan hipotesis, artinya siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
4)     Mengumpulkan data, artinya siswa mencari dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
5)     Pengujian hipotesis, artinya siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan.
6)     Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, artinya siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan  (John Dewey) dalam Sanjaya (2010: 217).
Pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Based Internet langkah pembelajaran yang dilakukan sama dengan Problem Based Learning (PBL), namun permasalahan yang akan digunakan dalam pembelajaran bersumber dari internet.
c.      Kelebihan dan Kekurangan Model Problem Based Learning (PBL) Based Internet
1)     Kelebihan model Problem Based Learning (PBL), adalah:
a)     Siswa dapat lebih memahami materi pelajaran.
b)     Menantang kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan baru
c)     Meningkatkan aktivitas belajar siswa.
d)     Mendorong siswa untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya.
e)     Dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
f)      Mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dan membantu siswa untuk dapat menemukan pengetahuan baru.
g)     Memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata (Sanjaya, 2010: 220-221).
Kelebihan internet dalam dunia pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada berbagai sumber informasi, akses kepada nara sumber, dan sebagai media kerjasama. Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan on-line, sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi pembelajaran. Akses kepada nara sumber bisa dilakukan tanpa harus bertemu secara fisik. Sedangkan sebagai media kerjasama internet bisa menjadi media untuk dapat bekerjasama dalam menyelesaikan tugas (http://sunartombs.wordpress.com/2010/10/02/pemanfaatan-internet-dalam-pembelajaran/).
2)     Kekurangan Problem Based Learning (PBL) Based Internet
Kekurangan Problem Based Learning (PBL) adalah:
a)     Jika siswa berpikir bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka siswa tidak mempunyai keyakinan untuk mencoba.
b)     Membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
c)     Siswa tidak akan belajar jika tidak ada keinginan siswa untuk memecahkan permasalahan yang sedang dipelajari (Sanjaya, 2010: 221).
Internet memiliki kekurangan yang berdampak negatif kepada masyarakat disebabkan oleh terlalu bebasnya informasi yang ada di internet sehingga memungkinkan anak-anak untuk melihat dan membaca berbagai hal yang belum waktunya untuk dilihat dan dibaca (Suharno, 2006: 19).
Kekurangan internet sebagai sumber belajar yang lain adalah:
a)     Kurang menumbuhkan moral siswa dikarenakan minimnya interaksi antara siswa dengan guru maupun interaksi antara siswa dengan siswa lain.
b)     Tidak semua guru menguasai ICT, sehingga teknologi internet sulit untuk diimplementasikan sebagai sumber belajar.
c)     Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
d)     Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
e)     Kurang tenaga ahli yang terampil menggunakan internet (http://sunartombs.wordpress.com/2010/10/02/pemanfaatan-internet-dalam-pembelajaran/).
Menurut pendangan penulis, kelebihan model Problem Based Learning (PBL) Based Internet adalah model pembelajaran ini mampu mendorong siswa untuk menganalisis permasalahan tertentu serta mencari pemecahan permasalahan sesuai dengan materi yang diberikan melalui teknologi internet yang saat ini tengah berkembang dengan pesat. Adanya tuntutan untuk menganalisis setiap permasalahan yang disajikan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan adanya teknologi internet pun dapat mempermudah siswa dalam memperoleh materi pembelajaran yang mungkin tidak siswa temukan di buku atau sumber belajar lain. Internet juga dapat mempermudah siswa dalam melakukan komunikasi kepada nara sumber berkaitan dengan materi yang siswa pelajari.
Sedangkan kekurangan Model Problem Based Learning (PBL) Based Internet adalah sulitnya pengkondisian kelas yang dilakukan oleh guru oleh karena model ini menuntut adanya diskusi siswa secara berkelompok. Selain hal tersebut, informasi yang ada di dalam situs-situs di internet tidak semuanya boleh siswa baca. Terdapat situs-situs di internet yang menyajikan content yang belum saatnya siswa tahu.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Wavy Cursor Tail 9